amerika Posts

Kuliner New Orleans



Gumbo - Makanan Seafood Andalan New Orleans

Gumbo - Makanan Seafood Andalan New Orleans

Kunjungan ke New Orleans memang laksana sebuah wisata kuliner karena salah satu popularitas daerah ini memang didapat dari keberagaman makanan lokalnya yang sangat spesifik dan berbeda dengan makanan kebanyakan yang ada di Amerika maupun di belahan dunia lainnya. Karena itu, dalam brosur wisata, acara mencicipi ‘local cuisine’ masuk dalam agenda yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Diantara sekian banyak restoran yang menawarkan aneka jenis makanan yang berbeda, makanan tradisional a la Creole dan Cajun adalah makanan khas ‘lokal’ yang menjadi favorit para pelancong pada umumnya.

Makanan Creole misalnya, adalah perpaduan antara jenis makanan Prancis dan Spanyol yang hanya bisa ditemukan -selain di New Orleans- di daerah perbatasan negara Prancis dan Spanyol saja. Salah satu yang terkenal adalah yang disebut dengan gumbo, yaitu perpaduan antara aneka sea-food macam kepiting, udang, mussel, oyster dan ikan laut yang dimasak dengan campuran beberapa jenis kacang-kacangan, bawang putih, bawang Bombay ditambah saus filé yang terbuat dari bubuk sassafras.


Kedatangan bangsa Spanyol ke New Orleans -yang secara geografis memang terletak berdekatan dengan Meksiko- yang di masa lampau adalah penguasa terbesar daerah Amerika Tengah dan Selatan juga membawa sumbangsih yang sangat berarti bagi perkembangan dunia gastronomic di New Orleans, apalagi kedatangan mereka itu membawa serta ‘budaya kuliner’ suku-suku Indian asal Amerika Tengah dan Selatan seperti suku Mayan, Aztec dan Inca. Hasil nyata yang masih bisa dinikmati oleh lidah masyarakat modern adalah sejenis makanan ‘campuran’ yang dinamakan Jambalaya. Jambalaya sebenarnya adalah paduan antara paella -‘nasi kuning’ seafood a la Spanyol yang dicampur dengan hussardé telur, ayam Rochambeau dan biji kopi chicory dari Meksiko. Rasanya? Menurut saya, terus terang saja…. agak aneh di lidah.


Di daerah French Quarter, setidaknya ada tiga restoran papan atas yang merupakan trade-mark bagi makanan a la Creole yaitu: Antoine’s yang merupakan restoran keluarga yang berdiri sejak 1840 dan sangat terkenal dengan gumbo mediteranian-nya; kemudian ada Arnaud’s yang di lantai dua restorannya menyimpan koleksi benda-benda memorabilia dari festival Mardi Gras yang diadakan setiap tahun di kota ini; dan yang terakhir adalah Galatoire’s yang memiliki makanan unggulan Oysters Bienville-nya.


Sementara itu di luar daerah tersebut, Brennan Family’s dan Commander’s Palace di Washington Street boleh menjadi pilihan pula. Khusus untuk Commander’s Palace, restoran ini dikenal menyajikan menu makan pagi yang ‘4 sehat 5 sempurna’ alias full-set breakfast dalam jumlah yang berlimpah sehingga jika kita makan pagi di sana (dengan membayar USD 15/set menu-nya) rasanya cukup untuk persediaan tanpa harus makan lagi pada siang harinya. Sementara di Brennan Family’s, merekalah yang ‘menemukan’ makanan baru hasil perpaduan antara Creole dan Cajun Cuisines. Mengenai rasa, banyak orang mengatakan bahwa keberanian Brennan Family’s dalam memadukan makanan patut dihargai. “Dining at Brennan’s is an adventure,” komentar beberapa orang.


Bagi saya, menikmati makanan local di tempat-tempat tersebut dapat memerahkan wajah secara otomatis tanpa perlu meminum anggur atau liquor beralkohol lainnya. Ini disebabkan karena harga untuk sebuah set-dinner a la Creole tersebut cukup mencengangkan, yaitu antara USD 70 – 200 perorang!! Cukup menguras isi dompet seorang wisatawan kelas menengah seperti saya ini.


Tempat favorit lain di kota ini adalah The Bistro di kawasan hotel Maison de Ville (bacanya : me-song de vi-é). Banyak selebritis papan atas yang kedapatan sering makan malam di tempat itu. Foto-foto Robert Redford, Julia Robert, Pamela Anderson, Liza Minelli, Cathrine Denevue bahkan bekas presiden Amerika Serikat, Bill Clinton tampak terpajang di dinding restorannya.